Guru. Kata itu tidaklah asing di telinga
kita, bukan? Dari kecil sampai sekarang kita selalu akrab dengan kata itu. Guru
adalah seorang pahlawan yang selalu bercita-cita supaya dapat menjadikan orang
lain lebih hebat dari dirinya. Menjadi guru adalah suatu hal yang luar biasa.
Mengapa? Karena, secara tidak langsung menjadi guru sama saja menjadi seseorang
yang dapat menciptakan segala profesi di dunia ini. Sebab, seperti yang kita
ketahui bahwa setiap profesi pasti memerlukan seorang guru, baik melalui
pendidikan formal maupun informal. Menurut banyak orang, menjadi guru bukanlah
perkara sulit, namun menjadi guru profesional yang diidam-idamkan kebanyakan
pelajar adalah suatu tantangan baru untuk para guru, dimana para guru tersebut
harus dapat menghendel semua pekerjaannya dan dapat membagi waktu dengan sebaik-baiknya,
sehingga baru dapat disebut guru profesional. Karena guru yang profesional
adalah guru yang dapat meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaannya, mempunyai
motivasi yang kuat, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, dan pastinya bangga
menjalani pekerjaannya.
Jika aku menjadi guru profesional? Kalimat
tersebut mudah diucapkan, namun sukar untuk diwujudkan. Menjadi seorang guru
yang profesional, tentunya saya akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk
memajukan pendidikan di negeri saya. Segala upaya dan usaha yang mungkin untuk
dilakukan demi memajukan putra-putri bangsa akan saya wujudkan walaupun
keringan bercucuran setiap saat. Mengapa demikian? Karena, tindakan positif
demi mewujudkan generasi muda yang berkualitas sama dengan mewujudkan cita-cita
para leluhur bangsa dan tentunya menjadikan negeri ini semakin maju dan
berkualitas seperti sumber daya menusianya yang harus terus berkembang demi
persaingan di dunia global.
Banyak sekali hal yang dapat saya
lakukan apabila saya menjadi guru profesional. Berawal dari hal kecil, saya
akan membuat pekerjaan saya semakin mudah untuk dijalani dan saya tidak akan stres
dengan pekerjaan saya sebagai guru profesional. Karena, apabila terlalu stres
saya tidak bisa fokus dan pekerjaan saya pasti berantakan yang akhirnya
berdampak buruk bagi proses pembelajaran di kelas saya. Saya juga akan
mengembangkan kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi personal atau
kepribadian yang saya miliki, serta tentunya kompetensi profesional yang
menjadi syarat utama seorang guru profesional.
Selain itu, berbagai macam proses
pembelajaran yang menyenangkan anak didik menjadi pilihan utama saya dalam
mewujudkan minat saya menjadi seorang guru profesional, sebab guru profesional
harus bisa mendapatkan hati anak didiknya. Seperti yang kita ketahui bahwa
meningkatkan mutu pembelajaran berawal dari diri masing-masing guru. Oleh
karenanya meningkatkan mutu pembelajaran sangatlah penting untuk memajukan
taraf pendidikan di negeri ini.
Kurangnya model pembelajaran yang
menyenangkan menjadi tolok ukur kegagalan pembelajaran yang dilakukan kebanyakan
guru pada umumnya. Sebab, peserta didik akan cenderung bosan dengan materi yang
diberikan yang hanya sebatas penyampainya materi secara lisan. Selain itu,
siswa juga cenderung lebih berkonsentrasi dengan suatu hal yang dianggapnya
mengasyikkan. Oleh karenanya revolusi belajar yang menyenangkan harus
digalakkan demi meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik selama proses
pembelajaran.
Sebagai seorang guru profesional, saya
akan mengajak anak didik saya supaya lebih menikmati materi yang saya berikan
sebagai modal masa depannya dari pada sibuk dengan kesenangannya sendiri.
Dengan demikian, saya akan membuat proses pembelajaran saya lebih mengasyikkan
dari pada kesenangan mereka sendiri.
Langkah awal yang akan saya lakukan
adalah menggunakan media pembelajaran, seperti alat peraga yang telah tersedia
di setiap sekolah untuk menunjang proses pembelajaran di kelas saya. Sebab
peserta didik akan lebih aktif dan tanggap dibandingkan dengan proses
pembelajaran yang membosankan seperti hanya menerangkan secara lisan,
menyaksikan guru mondar-mandir di depan papan tulis dan sebagainya.
Fasilitas lainnya yang ada di sekolah
seperti komputer dan internet, juga akan menjadi senjata saya untuk
meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Dengan menggunakan komputer, peserta
didik akan lebih tertarik dengan materi yang saya berikan. Selain itu belajar
menggunakan komputer juga akan menambah ketrampilan peserta didik dalam menggunakan
alat teknologi tersebut. Dengan adanya internet menjadi pelengkap sehingga
peserta didik tidak hanya terpaku pada buku pelajaran dan penjelasan materi
dari guru, melainnya mereka dapat mengeksplor ilmu pengetahuan dan informasi di
dalam dunia maya tersebut.
Namun demikian, peran aktif guru
profesional tetap dibutuhkan untuk mengawasi gerak-gerik para peserta didik
dalam menikmati fasilitas internet. Karena, memasuki internet sama halnya
memasuki dunia luar yang banyak terdapat dampak positif maupun negatif bagi
perkembangan kepribadian peserta didik. Oleh karenanya, kita harus selektif
dalam menyediakan layanan internet bagi peserta didik, supaya mereka tidak
terpengaruh dengan dampak negatif yang terdapat di dalamnya.
Mengapa saya memilih media pembelajaran
seperti alat peraga, komputer, internet dan sebagainya menjadi langkah awal
demi meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah? Karena, seperti kita ketahui
kebanyakan media pembelajaran adalah berwujud benda atau berupa gambar (bukan
tulisan), sehingga saya yakin bahwa gambar lebih diserap oleh otat kanan yang
notabene bersifat long memory, tidak seperti otat kiri yang dapat mengingat
berupa tulisan yang umumnya bersifat short memory.
Langkah berikutnya, tidak salah apabila
sesekali mengajak para peserta didik untuk menikmati suasana sekitar sekolah
ataupun luar sekolah dalam penyampaian materi secara observasi atau survei
lingkungan. Saya yakin anak didik saya akan sangat antusias karena lingkungan
yang baru dapat meningkatkan minat dan konsentrasi dalam belajar. Dengan berada
langsung di tempat kejadian, mereka akan mengetahui secara langsung fakta yang
ada di tempat tersebut, sehingga wawasan mereka bertambah luas dan tidak hanya berdasarkan
buku bacaan semata.
Selanjutnya, untuk mengetahui hasil
belajar dari pemberian materi yang saya berikan setiap pekannya, saya akan
mengadakan kuis-kuis yang menarik dan kreatif, sehingga dapat memacu para
peserta didik supaya lebih giat belajar untuk mendapatkan skor nilai dari
kuis-kuis yang saya berikan yang selanjutnya nilai tersebut dapat memperbaiki
nilai ulangan harian mereka yang kurang memuaskan.
Berbagai teknik belajar yang mudah dan
menyenangkan akan saya berikan kepada anak didik saya, sehingga mereka dapat
menerapkannya dalam belajar sehari-hari. Salah satu contohnya, saya akan
mengajari mereka tentang membuat mind map yang mudah diingat dan tentunya
mengasyikkan. Belajar dengan membuat mind map sangatlah menyenangkan dan
peserta didik tidak akan kesulitan dalam menghafal materi apabila menerapkan
mind map dalam proses belajarnya. Selain itu, membuat mading di kelas adalah
ide yang cemerlang. Mading di dalam kelas seharusnya diisi dengan
pengetahuan-pengetahuan menarik juga informasi tentang sains dan sebagainya,
bukan tentang gosip-gosip yang tidak layak diperbincangkan. Dengan begitu
mereka akan antusias membacanya karena mading kelas tersebut dikemas secara
menarik. Selain itu, membuat mading dapat meningkatkan kreatifitas para peserta
didik dan dapat menumbuhkan suasana kelas yang hidup.
Fasilitas di dalam kelas juga berperan
dalam meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas. Kelas yang nyaman bukanlah
kelas yang dipenuhi dengan fasilitas-fasilitas yang mewah. Tetapi kelas yang
nyaman tergantung pada penempatan fasilitas kelas yang sedap dipandang mata dan
mudah dijangkau. Menerapkan sudut baca di dalam kelas dapat menumbuhkan minat
membaca kepada para peserta didik. Sudut baca adalah suatu sudut yang ada di
dalam kelas (biasanya terdapat di bagian belakang kelas) yang memuat rak atau
meja beserta buku-buku pengetahuan yang menarik, seperti ensiklopedia, novel,
cerpen, dan sebagainya. Sudut baca juga dapat berfungsi sebagai perpustakaan
kelas, sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan berada di kelas mereka
masing-masing.
Itulah beberapa hal yang akan saya
lakukan apabila saya menjadi guru profesional. Memang sedikit sulit untuk
menerapkannya karena membutuhkan sedikit biaya dan tenaga. Namun untunglah ada
dana BOS yang telah diberikan pemerintah kepada setiap sekolah. Alangkah
baiknya apabila dana tersebut digunakan untuk menunjang mutu pembelajaran di
sekolah seperti melakukan kegiatan di atas yang dapat menciptakan suasanan
belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi para peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar