Senin, 29 Juli 2013

Esai | Guru Profesional Berkomitmen dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran

Guru. Kata itu tidaklah asing di telinga kita, bukan? Dari kecil sampai sekarang kita selalu akrab dengan kata itu. Guru adalah seorang pahlawan yang selalu bercita-cita supaya dapat menjadikan orang lain lebih hebat dari dirinya. Menjadi guru adalah suatu hal yang luar biasa. Mengapa? Karena, secara tidak langsung menjadi guru sama saja menjadi seseorang yang dapat menciptakan segala profesi di dunia ini. Sebab, seperti yang kita ketahui bahwa setiap profesi pasti memerlukan seorang guru, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Menurut banyak orang, menjadi guru bukanlah perkara sulit, namun menjadi guru profesional yang diidam-idamkan kebanyakan pelajar adalah suatu tantangan baru untuk para guru, dimana para guru tersebut harus dapat menghendel semua pekerjaannya dan dapat membagi waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga baru dapat disebut guru profesional. Karena guru yang profesional adalah guru yang dapat meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaannya, mempunyai motivasi yang kuat, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, dan pastinya bangga menjalani pekerjaannya.
Jika aku menjadi guru profesional? Kalimat tersebut mudah diucapkan, namun sukar untuk diwujudkan. Menjadi seorang guru yang profesional, tentunya saya akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk memajukan pendidikan di negeri saya. Segala upaya dan usaha yang mungkin untuk dilakukan demi memajukan putra-putri bangsa akan saya wujudkan walaupun keringan bercucuran setiap saat. Mengapa demikian? Karena, tindakan positif demi mewujudkan generasi muda yang berkualitas sama dengan mewujudkan cita-cita para leluhur bangsa dan tentunya menjadikan negeri ini semakin maju dan berkualitas seperti sumber daya menusianya yang harus terus berkembang demi persaingan di dunia global.
Banyak sekali hal yang dapat saya lakukan apabila saya menjadi guru profesional. Berawal dari hal kecil, saya akan membuat pekerjaan saya semakin mudah untuk dijalani dan saya tidak akan stres dengan pekerjaan saya sebagai guru profesional. Karena, apabila terlalu stres saya tidak bisa fokus dan pekerjaan saya pasti berantakan yang akhirnya berdampak buruk bagi proses pembelajaran di kelas saya. Saya juga akan mengembangkan kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi personal atau kepribadian yang saya miliki, serta tentunya kompetensi profesional yang menjadi syarat utama seorang guru profesional.
Selain itu, berbagai macam proses pembelajaran yang menyenangkan anak didik menjadi pilihan utama saya dalam mewujudkan minat saya menjadi seorang guru profesional, sebab guru profesional harus bisa mendapatkan hati anak didiknya. Seperti yang kita ketahui bahwa meningkatkan mutu pembelajaran berawal dari diri masing-masing guru. Oleh karenanya meningkatkan mutu pembelajaran sangatlah penting untuk memajukan taraf pendidikan di negeri ini.
Kurangnya model pembelajaran yang menyenangkan menjadi tolok ukur kegagalan pembelajaran yang dilakukan kebanyakan guru pada umumnya. Sebab, peserta didik akan cenderung bosan dengan materi yang diberikan yang hanya sebatas penyampainya materi secara lisan. Selain itu, siswa juga cenderung lebih berkonsentrasi dengan suatu hal yang dianggapnya mengasyikkan. Oleh karenanya revolusi belajar yang menyenangkan harus digalakkan demi meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik selama proses pembelajaran.
Sebagai seorang guru profesional, saya akan mengajak anak didik saya supaya lebih menikmati materi yang saya berikan sebagai modal masa depannya dari pada sibuk dengan kesenangannya sendiri. Dengan demikian, saya akan membuat proses pembelajaran saya lebih mengasyikkan dari pada kesenangan mereka sendiri.
Langkah awal yang akan saya lakukan adalah menggunakan media pembelajaran, seperti alat peraga yang telah tersedia di setiap sekolah untuk menunjang proses pembelajaran di kelas saya. Sebab peserta didik akan lebih aktif dan tanggap dibandingkan dengan proses pembelajaran yang membosankan seperti hanya menerangkan secara lisan, menyaksikan guru mondar-mandir di depan papan tulis dan sebagainya.
Fasilitas lainnya yang ada di sekolah seperti komputer dan internet, juga akan menjadi senjata saya untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Dengan menggunakan komputer, peserta didik akan lebih tertarik dengan materi yang saya berikan. Selain itu belajar menggunakan komputer juga akan menambah ketrampilan peserta didik dalam menggunakan alat teknologi tersebut. Dengan adanya internet menjadi pelengkap sehingga peserta didik tidak hanya terpaku pada buku pelajaran dan penjelasan materi dari guru, melainnya mereka dapat mengeksplor ilmu pengetahuan dan informasi di dalam dunia maya tersebut.
Namun demikian, peran aktif guru profesional tetap dibutuhkan untuk mengawasi gerak-gerik para peserta didik dalam menikmati fasilitas internet. Karena, memasuki internet sama halnya memasuki dunia luar yang banyak terdapat dampak positif maupun negatif bagi perkembangan kepribadian peserta didik. Oleh karenanya, kita harus selektif dalam menyediakan layanan internet bagi peserta didik, supaya mereka tidak terpengaruh dengan dampak negatif yang terdapat di dalamnya.
Mengapa saya memilih media pembelajaran seperti alat peraga, komputer, internet dan sebagainya menjadi langkah awal demi meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah? Karena, seperti kita ketahui kebanyakan media pembelajaran adalah berwujud benda atau berupa gambar (bukan tulisan), sehingga saya yakin bahwa gambar lebih diserap oleh otat kanan yang notabene bersifat long memory, tidak seperti otat kiri yang dapat mengingat berupa tulisan yang umumnya bersifat short memory.
Langkah berikutnya, tidak salah apabila sesekali mengajak para peserta didik untuk menikmati suasana sekitar sekolah ataupun luar sekolah dalam penyampaian materi secara observasi atau survei lingkungan. Saya yakin anak didik saya akan sangat antusias karena lingkungan yang baru dapat meningkatkan minat dan konsentrasi dalam belajar. Dengan berada langsung di tempat kejadian, mereka akan mengetahui secara langsung fakta yang ada di tempat tersebut, sehingga wawasan mereka bertambah luas dan tidak hanya berdasarkan buku bacaan semata.
Selanjutnya, untuk mengetahui hasil belajar dari pemberian materi yang saya berikan setiap pekannya, saya akan mengadakan kuis-kuis yang menarik dan kreatif, sehingga dapat memacu para peserta didik supaya lebih giat belajar untuk mendapatkan skor nilai dari kuis-kuis yang saya berikan yang selanjutnya nilai tersebut dapat memperbaiki nilai ulangan harian mereka yang kurang memuaskan.
Berbagai teknik belajar yang mudah dan menyenangkan akan saya berikan kepada anak didik saya, sehingga mereka dapat menerapkannya dalam belajar sehari-hari. Salah satu contohnya, saya akan mengajari mereka tentang membuat mind map yang mudah diingat dan tentunya mengasyikkan. Belajar dengan membuat mind map sangatlah menyenangkan dan peserta didik tidak akan kesulitan dalam menghafal materi apabila menerapkan mind map dalam proses belajarnya. Selain itu, membuat mading di kelas adalah ide yang cemerlang. Mading di dalam kelas seharusnya diisi dengan pengetahuan-pengetahuan menarik juga informasi tentang sains dan sebagainya, bukan tentang gosip-gosip yang tidak layak diperbincangkan. Dengan begitu mereka akan antusias membacanya karena mading kelas tersebut dikemas secara menarik. Selain itu, membuat mading dapat meningkatkan kreatifitas para peserta didik dan dapat menumbuhkan suasana kelas yang hidup.
Fasilitas di dalam kelas juga berperan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas. Kelas yang nyaman bukanlah kelas yang dipenuhi dengan fasilitas-fasilitas yang mewah. Tetapi kelas yang nyaman tergantung pada penempatan fasilitas kelas yang sedap dipandang mata dan mudah dijangkau. Menerapkan sudut baca di dalam kelas dapat menumbuhkan minat membaca kepada para peserta didik. Sudut baca adalah suatu sudut yang ada di dalam kelas (biasanya terdapat di bagian belakang kelas) yang memuat rak atau meja beserta buku-buku pengetahuan yang menarik, seperti ensiklopedia, novel, cerpen, dan sebagainya. Sudut baca juga dapat berfungsi sebagai perpustakaan kelas, sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan berada di kelas mereka masing-masing.
Itulah beberapa hal yang akan saya lakukan apabila saya menjadi guru profesional. Memang sedikit sulit untuk menerapkannya karena membutuhkan sedikit biaya dan tenaga. Namun untunglah ada dana BOS yang telah diberikan pemerintah kepada setiap sekolah. Alangkah baiknya apabila dana tersebut digunakan untuk menunjang mutu pembelajaran di sekolah seperti melakukan kegiatan di atas yang dapat menciptakan suasanan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi para peserta didik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar